MATERI BAHASA INDONESIA
Sinopsis
o
“Novel” Sinopsis Novel adalah ringkasan cerita
Ringkasan Novel adalah Bentuk
pendekatan dari sebuah Novel dengan tetap mempehatikan unsur – unsur interinsik
Novel tersebut. Membuat sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk
menyajikan karangan yang panjang dalam bentuk singkat.
Dalam
sinopsis keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan penjelasan
dihilangkan tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pengarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi
oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau
sepersepuluh halaman dan panjang karangan asli.
LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT
“SINOPSIS’
1. Membaca naskah asli terdahulu
untuk mengetetahui kesan umum penulis.
2. Membuat gagasan utama dengan
menggaris bawahi gagasan – gagasan yang penting.
3. Menulis ringkas berdasarkan
gagasan – gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah ke-2 kita gunakan
kalimat yang padat, efektif dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi
sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
4. Dialog Dan monolog tokoh
cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
5. Ringkasan / sinopsis tidak
boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan novel.
Sinonim, Antonim, Homonim, Homofon,
Homograf, Polisemi, Hipernim, dan Hiponim
1. Sinonim adalah suatu kata yang
memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki
arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinonim bisa disebut juga
dengan persamaan kata atau padanan.
Contoh :
Ø
Binatang = Fauna
Ø
Bohong = Dusta
Ø
Haus = Dahaga
Ø
Pakaian = Baju
Ø
Bertemu = Bejumpa
2. Antonim adalah suatu kata
yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh
:
Ø
Keras >< lembek
Ø
Naik >< Turun
Ø
Kaya >< Miskin
Ø
Surga >< Neraka
Ø
Atas >< Bawah
3. Homonim adalah suatu kata
yang memiliki makna yang berbeda tapi lafal atau ejaan sama. Jika lafal sama
disebut Homograf. Namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut juga
Homofon.
Contoh :
Ø
Amplop (homofon)
§ Untuk
mengirim surat untuk Bapak presiden kita harusmenggunakan amplop.
(amplop = amplop surat biasa)
§ Agar Bisa diterima menjadi
PNS ia memberi amplop kepada para pejabat. ( Amplop = Sogokan atau uang pelicin
)
Ø Masa dengan massa (homograf)
§ Guci itu adalah peninggalaan
masa kerajaan kutai. (masa = waktu)
§ Kasus tabrakan yang
menghebohkan itu dimuat dimedia
massa.(massa = masyarakat umum)
4.
Polisemi adalah kata – kata yang memiliki makna atau arti
lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu
kata. Suatu kata seperti kata “kepada” dapat diartikan bermacam – macam
walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada diatas leher.
Contoh :
·
Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang
menjadi kepala sekolah SMP Kroerto emas. ( Kepala berarti bermakna pemimpin )
·
Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit
hidrosepalus. ( kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada diatas )
·
Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada Ki joko
cempering ( kepala adat individu )
·
Ibu Norjahidah membuat kepala surat untuk pengumuman di
laptop yang baru di Banjarmasin. (
kepala berarti bagian dari surat )
5.
Hipernim adalah kata – kata yang mewakili bayak kata – kata
lain, kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyembutan kata – kata
lainnya. Sedangkan Hiponim adalah kata – kata yang terwakili artinya
oleh kata hipernim. Umumnya kata – kata hipernim adalah suatu katagori dan
hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.
Contoh :
§ Hipernim : Hantu
§ Hiponim : Pocong, kantong wewe, sundal bolong,
kuntilanak, pastur buntung, tuyul, suster ngesot, dll
UNSUR – UNSUR INTERINSIK
Unsur – unsur interisik
terdiri dari :
1. TEMA : pokok pikiran, gagasan
atau ide utama, kaitannya dengan nilai – nilai hidup dan tingkah laku, bias
simbolik bisa eksplisit, bisa tersirat bisa langsung. Dominan/tidak,
dangkal/murahan atau malah dalam dan sarat makna, faktor yang bikin si penulis
angkat topik ini.
2. AMANAT : Pesan moral, apakah itu berupa perintah,
saran atau masukan/himbauan yang berarti pembaca yang dituju.
3. PLOT/ALUR : Rangkaian
peristiwa, maju/mundur/kombinasi dari keduanya, ku
4. Asualitasnya bagaimana,
krologis atau tidak, bagaimana awal, akhir, tengah, apa klimaksnya, bagaimana
edingnya ?
5. PERWATAKAN TOKOH : Bagaimana
sifatnya protaginist/antagonis,string/fuguran/pelengkap. Penggerak cinta ?
6. LATAR : wakti, tempat,
suasana, situasi.
7. SUDUT PANDANG : Teknik
penceritaan, aku/dia/saya/mereka/kami/kita, penutur kisah, orang pertama
mayor/minor/orang kedua/ketiga...
8. GAYA BAHASA : Formal non
formal, baku/tidak, sopan/kasar, bahasa daerah/bukan, apakah hasil transisi
alias terjemahan adanya majas kiasan.
UNSUR – UNSUR
INTERISIK PUISI
Dalam puisi unsur
intrinsiknya yaitu ;
a. Tema
b. Gaya bahasa / majas
c. Rima
d. Irama
e. Bahasa konkret
f. Pengimajian atau pencitraan
(penglihatan, pendengaran, raba, rasa.
g. Latar ( wakti, tempat,
suasana ), dan
h. Amanat
Menulis adalah mengungkapkan
pikiran/perasaan dalam bentuk tulisan.
Menulis :
·
Mengungkapkan
·
Pikiran
·
Perasaan
·
Bentuk tulisan
Kreatif adalah menciptakan
sesuatu yang baru/berbeda dari yang ada sebelumnya.
Tujuan menulis :
·
Kepuasan batin
·
Bagi penulis profisional menulis dapat menghasilkan uang
(material)
·
Menghasilkan popularitas nama.
JUDUL ATAU ROMAN BESERTA PENGARANGNYA
Berikut novel/roman yang
diterbitkan pada Angakatan 20-an :
1. AZAB DAN SENGSARA (karya Merari
Siregar)- 1920.
Tema : kawin paksa, ketika perjodohan
anak muda masih ditentukan oleh orang tua mereka.
Tokoh
: Aminuddin, Mariamin, Baginda
Diatas, kasibun, Nuria, Sutan Baringin.
2. SABAI NAN ALUIH (karya tulis
Sutan sati)-1920.
3. SITTI NURBAYA (karya Marah
Rusli)- 1922.
Tema : kasih tak sampai dan kawin
paksa
Tokoh : Sitti Nurbaya, Samsul Bahri,
Datu Maringgih,.
4. MENCARI PENCURI ANAK PERAWAN(
karya Suman Hasibun)-1923
5. SALAH PILIH (karya Nur Sutan
Iskadar)-1928.
6. SALAH ASUHAN (Karya Abdul
Muis)-1928.
Tema : Kesalahan dalam mendidik dan
mengasuh anak, kisah kekasih antara dua anak manusia berbeda bangsa
Tokoh : Hanafi, Corrie, Rapiah,
Sapai, Ibu Hanafi.
7. SENGSARA MEMBAWA NIKMAT (karya
tulis Sutan Sati)-1928.
8. NERAKA DUNIA (karya Nur Sutan
Iskandar)-1934.
9. HULUBALANG RAJA (karya Nur
Sutan Iskandar)-1934.
10.
KATAK HENDAK MENJADI
LEMBU (karya Nur Suntan Iskandar)-1934
11.
NUSA PENIDA (karya Anjar Asmara)
12.
SUKRENI GADIS BALI (Karya
I Gusti Nyoman Panji Tisna)-1936.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar