Minggu, 15 Februari 2015

Catatanku (Materi Bahasa Indonesia)


MATERI BAHASA INDONESIA
Sinopsis
o   “Novel” Sinopsis Novel adalah ringkasan cerita
Ringkasan Novel adalah Bentuk pendekatan dari sebuah Novel dengan tetap mempehatikan unsur – unsur interinsik Novel tersebut. Membuat sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalam bentuk singkat.
Dalam sinopsis keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan penjelasan dihilangkan tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pengarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh halaman dan panjang karangan asli.
LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT “SINOPSIS’
1.     Membaca naskah asli terdahulu untuk mengetetahui kesan umum penulis.
2.     Membuat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan – gagasan yang penting.
3.     Menulis ringkas berdasarkan gagasan – gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah ke-2 kita gunakan kalimat yang padat, efektif dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
4.     Dialog Dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
5.     Ringkasan / sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan novel.


Sinonim, Antonim, Homonim, Homofon, Homograf, Polisemi, Hipernim, dan Hiponim
        
1.     Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki  arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinonim bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan.
Contoh :
Ø Binatang = Fauna
Ø Bohong   = Dusta
Ø Haus        = Dahaga
Ø Pakaian   = Baju
Ø Bertemu = Bejumpa
2.     Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
     Contoh :
Ø Keras  >< lembek
Ø Naik    >< Turun
Ø Kaya   >< Miskin
Ø Surga  >< Neraka
Ø Atas    >< Bawah
3.     Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tapi lafal atau ejaan sama. Jika lafal sama disebut Homograf. Namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut juga Homofon.
      Contoh :
Ø Amplop  (homofon)

§ Untuk mengirim surat untuk Bapak presiden kita harusmenggunakan amplop.

(amplop = amplop surat biasa)
§  Agar Bisa diterima menjadi PNS ia memberi amplop kepada para pejabat. ( Amplop = Sogokan atau uang pelicin )

Ø  Masa dengan massa (homograf)
§  Guci itu adalah peninggalaan masa kerajaan kutai. (masa = waktu)
§  Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat  dimedia massa.(massa = masyarakat umum)                                                                     
4.     Polisemi adalah kata – kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Suatu kata seperti kata “kepada” dapat diartikan bermacam – macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada diatas leher.
Contoh :
·        Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah SMP Kroerto emas. ( Kepala berarti bermakna pemimpin )
·        Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. ( kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada diatas )
·        Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada Ki joko cempering ( kepala adat individu )
·        Ibu Norjahidah membuat kepala surat untuk pengumuman di laptop yang baru di Banjarmasin.  ( kepala berarti bagian dari surat )
5.     Hipernim adalah kata – kata yang mewakili bayak kata – kata lain, kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyembutan kata – kata lainnya. Sedangkan Hiponim adalah kata – kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata – kata hipernim adalah suatu katagori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.
Contoh :
§  Hipernim : Hantu
§  Hiponim   : Pocong, kantong wewe, sundal bolong, kuntilanak, pastur buntung, tuyul, suster ngesot, dll

      
UNSUR – UNSUR INTERINSIK

Unsur – unsur interisik terdiri dari :
1.     TEMA : pokok pikiran, gagasan atau ide utama, kaitannya dengan nilai – nilai hidup dan tingkah laku, bias simbolik bisa eksplisit, bisa tersirat bisa langsung. Dominan/tidak, dangkal/murahan atau malah dalam dan sarat makna, faktor yang bikin si penulis angkat topik ini.
2.     AMANAT  : Pesan moral, apakah itu berupa perintah, saran atau masukan/himbauan yang berarti pembaca yang dituju.
3.     PLOT/ALUR : Rangkaian peristiwa, maju/mundur/kombinasi dari keduanya, ku
4.     Asualitasnya bagaimana, krologis atau tidak, bagaimana awal, akhir, tengah, apa klimaksnya, bagaimana edingnya ?
5.     PERWATAKAN TOKOH : Bagaimana sifatnya protaginist/antagonis,string/fuguran/pelengkap. Penggerak cinta ?
6.     LATAR : wakti, tempat, suasana, situasi.
7.     SUDUT PANDANG : Teknik penceritaan, aku/dia/saya/mereka/kami/kita, penutur kisah, orang pertama mayor/minor/orang kedua/ketiga...
8.     GAYA BAHASA : Formal non formal, baku/tidak, sopan/kasar, bahasa daerah/bukan, apakah hasil transisi alias terjemahan adanya majas kiasan.




UNSUR – UNSUR INTERISIK PUISI
Dalam puisi unsur intrinsiknya yaitu ;
a.     Tema
b.     Gaya bahasa / majas
c.      Rima
d.     Irama
e.     Bahasa konkret
f.       Pengimajian atau pencitraan (penglihatan, pendengaran, raba, rasa.
g.     Latar ( wakti, tempat, suasana ), dan
h.     Amanat

PENULISAN KREATIF SASTRA
Menulis adalah mengungkapkan pikiran/perasaan dalam bentuk tulisan.
Menulis :
·        Mengungkapkan
·        Pikiran
·        Perasaan
·        Bentuk tulisan
Kreatif adalah menciptakan sesuatu yang baru/berbeda dari yang ada sebelumnya.
Tujuan menulis :
·        Kepuasan batin
·        Bagi penulis profisional menulis dapat menghasilkan uang (material)
·        Menghasilkan popularitas nama.




JUDUL ATAU ROMAN BESERTA PENGARANGNYA

Berikut novel/roman yang diterbitkan pada Angakatan 20-an :

1.     AZAB DAN SENGSARA (karya Merari Siregar)- 1920.
Tema : kawin paksa, ketika perjodohan anak muda masih ditentukan oleh orang tua mereka.
Tokoh  :  Aminuddin, Mariamin, Baginda Diatas, kasibun, Nuria, Sutan Baringin.
2.     SABAI NAN ALUIH (karya tulis Sutan sati)-1920.
3.     SITTI NURBAYA (karya Marah Rusli)- 1922.
Tema : kasih tak sampai dan kawin paksa
Tokoh : Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, Datu Maringgih,.
4.     MENCARI PENCURI ANAK PERAWAN( karya Suman Hasibun)-1923
5.     SALAH PILIH (karya Nur Sutan Iskadar)-1928.
6.     SALAH ASUHAN (Karya Abdul Muis)-1928.
Tema : Kesalahan dalam mendidik dan mengasuh anak, kisah kekasih antara dua anak manusia berbeda bangsa
Tokoh : Hanafi, Corrie, Rapiah, Sapai, Ibu Hanafi.
7.     SENGSARA MEMBAWA NIKMAT (karya tulis Sutan Sati)-1928.
8.     NERAKA DUNIA (karya Nur Sutan Iskandar)-1934.
9.     HULUBALANG RAJA (karya Nur Sutan Iskandar)-1934.
10.                                    KATAK HENDAK MENJADI LEMBU (karya Nur Suntan Iskandar)-1934
11.                                   NUSA PENIDA (karya Anjar Asmara)
12.                                    SUKRENI GADIS BALI (Karya I  Gusti Nyoman Panji Tisna)-1936.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar